Ternyata betapa pentingnya masa percobaan bagi setiap karyawan sebelum mengikat kontrak yang lebih lama untuk sebuah pekerjaan. dengan ada masa percobaan, dapat diukur dan dilihat seberapa besar tanggung jawab dan loyalitas seseorang karyawan atas tugas dan pekerjaan yang diamanahkan terhadapnya, tidak jarang beberapa karyawan tidak mampu menunjukan kecakapan loyalitas dan tanggung jawab terhadap pekerjaannya dan tidak memiliki kontribusi signifikan terhadap kemajuan perusahaan, oleh kerana itu patut kiranya manajerial sebuiah perusahaan mengeliminir karayawan tersebut agar tidak menjadi bumerang dikemudian hari, pada bulan november ini pun kautsar mengambil kebijakan mengeliminir karyawan yang sedang dalam masa percobaan kedua kalinya diberi kesempatan namun tidak menunjukan upaya perbaikan dan keseriusan dalam bekerja. sehingga langkah yang boijak adalah memberhentikan yang bersangkutan dan tidak memperpanjang kontrak. Semoga langkah ini membawa manfaat dikemudian hari bagi kautsar coorporation.
Featured Article
Kamis, 02 November 2017
Memangkas karyawan
Hari ini salah satu karyawan terbaik kautsar property dari sisi loyalitas terpaksa harus diberhentikan, bukan karena kesalahan, bahakan tidak ada. namun demi menjaga normalitas sebuah usaha perlu rasionalisasi pengeluaran. Karyawan ini dinilai loyal namun sudah kurang produktif, di sisi lain sudah memasuki masa usia pensiun. oleh karen itu sangat sulit digali potensi lain untuk diberdayakan bagi perusahaan, namun bisnis tetap harus mengandalkan logika berpikir dan rasionalitas bukan perasaan. karena apabila karyawan sudah tidak bisa berkontribusi maksimal dan memberikan nilai tambah buat perusahaan maka akan sulit untuk tetap dipertahankan, karena lama kelamaan justru akan menjadi beban cost buat perusahaan. Semoga langkah yang diambil ini adalah langkah yang bijak demi menyelamatkan perusahaan kedepannya.
Minggu, 13 Agustus 2017
Di dalam sistem yang sehat terdapat bisnis yang kuat
Begitulah pepatah yang di adopsi dari pepatah didunia kesehatan, yakni di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, namun berbeda halnya dengan dunia bisnis sebagai entitasnya, maka pepatah itu berubah menjadi di dalam sistem yang sehat terdapat bisnis yang kuat. Sungguh relevan sekali kata pepatah itu dan benar demikian faktanya bahwa suatu entitas bisnis yang memiliki sistem dan sub sistem yang sehat berjalan normal dan lancar tanpa hambatan berarti maka insyaAllah dapat dipastikan bisnis tersebut memilki kekuatan untuk tumbuh dan berkembang menjadi entitas bisnis yang sukses dan berhasil dalam mecapai visi misi dan target yang ingin dicapainya.
Maka daripada itu bagi siapapun yang ingin menjalankan roda bisnis, agar kiranya memperhatikan betul urusan sistem yang menggerakan roda perusahaan. Harus diciptakan sedemikian rupa agar sistem dan subsistem yang dijalankan adalah sesuatu yang paling ideal dan paling relevan dengan situasi dan kondisi internal maupun eksternal bisnis serta memperhatikan trend pasar selaku sasaran dari income di dunia bisnis.
Tugas manajemen atau owner adalah senantiasa memastikan, mengamati dan mengontrol pergerakan sistem dan subsistem, agar apabila didapati ada subsistem yang terganggu dan terhambat segera dicarikan solusi dan pemecahan masalah dengan cepat tepat sehingga roda bisnis segera dapat berjalan normal kembali.
Tak ada sistem yang paling sempurna dalam sebuah bisnis, lain bisnis lain pula situasi yang mempengaruhinya, karena faktor lingkungan yang beraneka ragam dan sistem pasar yang memang dinamis bukan statis maka diperlukan kreatifitas dan inovasi agar sistem yang kita gunakan dapat senantiasa bermetamorfosa untuk mencapai posisi paling ideal bagi sebuah entitas bisnis yang kita jalankan. Jangan pernah berhenti untuk terus menyempurnakan segala sesuatu yang memenag dirasa kurang dan butuh perbaikan atau penyempurnaan. karena sistem bisnis tidak mengenal kata puncak sempurna. Yakinlah didalam sistem yang sehat terdapat bisnis yang kuat.
Rabu, 05 Juli 2017
Menentukan Fokus Kautsar Corp
Syarat mutlak untuk menggapai kesuksesan adalah kefokusan, apapun bidangnya dan siapapun pelakunya bila ingin mendapatkan hasil yang maksimal tidak ada cara yang lebih ampuh melainkan harus fokus menggapai tujuan atau yang dicita-citakan. Apabila sesuatu bidang atau urusan dijalankan dengan tidak fokus maka akan menghasilkan karya yang tidak maksimal alias tidak tuntas bahkan boleh jadi tidak tercapai, akibat seluruh sumber daya yang dimiliki baik waktu tenaga pikiran dana dan lainnya tidak diarahkan kepada satu tujuan sehingga menjadi bias alias menguap dengan sia sia tanpa ada hasil maksimal yang didapatkan. Padahal sumber daya yang dimiliki oleh masing masing kita sangat terbatas, tidak ada satu manusiapun dimuka bumi ini yang tidak memiliki keterbatasan, misal terbatas waktu oleh usia/umur dan lainnya. Oleh karena itu mengingat segala sesuatu serba terbatas inilah butuh suatu kefokusan agar dengan keterbatasan ini tetap mencapai hasil yang maksimal.
Mengingat keterbatasan kautsar corp dalam segala hal baik waktu, tenaga, pikiran, modal, dana, sdm, karyawan, ilmu, pengalaman dan lainnya maka dibutuhkan kefokusan agar semua sumber daya ini menuju ke satu titik kesuksesan. Sangat tidak mungkin alias mustahil bila kautsar corp atau perusahaan sehebat manapun di muka bumi ini bisa unggul dan berjaya serta sukses dalam semua/segala hal atau bidang. Paling tidak sebuah kerajaan bisnis sukses di beberapa bidang saja, itupun tetap ada core competance bisnis yang menjadi bisnis induknya.
Memperhatikan hal tersebut maka kautsar corp memutuskan hanya bergerak fokus di satu bidang bisnis saja yakni property. Di dalam bisnis property saja sudah mengandung ribuan sub bisnis yang bisa dijalankan, oleh karena itu untuk bergerak di seluruh sektor bisnis property saja sudah rasanya mustahil. sehingga tidak perlu lagi ekspansi ke bisnis bisnis lainnya. biarkan saja bisnis bisnis lain menjadi peluang bagi orang lain apalagi sektor bisnis ukm, karena tujuan utama kautsar corp bukan mendominasi apalagi memonopoli akan tetapi tujuan mulianya adalah membangun ekonomi ummat atau pemerataan kesejahteraan ekonomi.
Jumat, 09 Juni 2017
Alhamdulillah Satu Utang Riba Tertutup
Tidak ada gregetnya bila kautsar corp berbica tentang menjauhi riba dalam setiap produk properti jikalau kautsar corp sendiri masih terjerat utang bank riba, itulah yang membuat kata kata menjadi kehilangan makna dan daya dikarenakan belum diikuti dengan aksi nyata keluar dari jeratan utang riba. Namun Alhamdulillah dengan seizin Allah Azawajalla dimudahkan bagi kautsar corp untuk menutupi dan melunasi salah satu utang riba di salah satu bank daerah yakni bank kalxxng dengan nominal 114 juta rupiah.
Sungguh betapa ruginya transaksi riba kala itu, pinjam 120 juta, terima hanya 115 juta potong provisi 1 juta dan asuransi 4 juta, setelah berjalan angsuran selama 30 bulan dengan angsuran perbulan sekitar 2 juta (bila ditotal mendekati 60 juta) namun saat melunasi pokok utang tidak banyak berkurang, masih 107 juta, saat melunasi dikenakan denda angsuran dan bunga 1 x dan finalty 5 %. jadilah pelunasan utang di angka 114 juta, hanya 1 juta saja berkurang pokok utang, sungguh betapa dzolimnya muamalah riba, pantas Allah mengharamkan riba karena Allah mengharamkan perbuatan dzholim antar sesama manusia tertutama dalam bermuamalah. Semoga Allah menolong kita semua untuk keluar dari jeratan utang riba.
Sabtu, 03 Juni 2017
Optimalisasi Karyawan
Tidak terasa karyawan kautsar corp semakin bertambah, total saat ini adalah 11 orang karyawan tetap dengan beban biaya gaji perbulan sekitar 20 jt dan operasional karyawan sekitar 5 juta. tentu hal ini menjadi pemikiran manajemen agar cost untuk pos karyawan tersebut dapat dioptimalkan menjadi income/pemasukan bagi kas perusahaan, karena apabila tidak balance maka beban pos karyawan akan membebani kas perusahaan.
Dibutuhkan strategi khusus agar segenap karyawan yang ada dapat menjadi katalisator bagi pendapatan perusahaan, adapun cara sederhananya adalah dengan melibatkan mereka semua di kegiatan marketing/pemasaran. masing masing karyawan memiliki target untuk melakukan pengiklanan, mencari konsumen, melakukan prosfek calon konsumen, mengajak survei lokasi, lalu kemudian menggiring konsumen sampai deal/closing. sehingga peluang bagi perusahaan untuk mendapatkan konsumen dan keuntungan semakin lebar.
Adapun teknis dari strategi itu adalah :
- Diklat marketing bagi segenap karyawan
- Pasang target dan laporan bagi masing masing karyawan
- Dorong untuk terus memfollow up konsumen
- Arahkan sampai deal closing
- Beri reward pada konsumen yang closing
- Lakukan evaluasi secara berkala
Jumat, 19 Mei 2017
Melunasi Utang Riba di Bank BPD
Kesalahan yang lalu sudahlah berlalu, yang penting ada niat untuk memperbaiki. bagaimana caranya agar kautsar coorporation terlepas dari utang riba di bank BPD
siapkan dana sekitar 110 juta dengan sumber sebagai berikut :
Kapling Q : 39 Jt sisa 100
Gaji PNS : 11 Jt sisa 0
LSPP : 30 Jt sisa 10
Dev Up : 10 jt sisa 180
KP Lada : 10 Jt sisa 18
Rangka BAZA : 10 Jt sisa 13
Potensi Pinjaman
SPPD : 5 Jt (rangka baza)
Pengadaan Barang Kec : 30 Jt (kp lada dan rangka baza)
Emas : 10 Jt (Kp Lada)
siapkan dana sekitar 110 juta dengan sumber sebagai berikut :
Kapling Q : 39 Jt sisa 100
Gaji PNS : 11 Jt sisa 0
LSPP : 30 Jt sisa 10
Dev Up : 10 jt sisa 180
KP Lada : 10 Jt sisa 18
Rangka BAZA : 10 Jt sisa 13
Potensi Pinjaman
SPPD : 5 Jt (rangka baza)
Pengadaan Barang Kec : 30 Jt (kp lada dan rangka baza)
Emas : 10 Jt (Kp Lada)
Prinsif prinsif bisnis Kautsar Coorporation
- Selalu menisbahkan urusan rezeki perusahan kepada Allah
- Mengedepankan pelayanan dan kepuasan pelanggan/konsumen
- Mendahulukan integritas yang menjamin keberlanjutan usaha daripada orientasi keuntungan
- Lebih aktif berinovasi dan berkreasi untuk menarik pelanggan
- Bertindak sesuai ketentuan peraturan yang berlaku di agama maupun negara
- Mengedepankan empati dalam setiap kebijakan yang di ambil
- Bermodalkan bukan uang namun tekad kuat dan bersemangat
- Membangun komunikasi yang baik dengan konsumen
- Selalu berambisi menjadi yang terdepan dalam bidangnya
- Antisipasi kebocoran nilai dan aset akibat inflasi, suku bunga pasar dan pajak yang tinggi.
- Membangun ekonomi berbasis pemberdayaan ummat bukan berbasis monopoli
- Mengutamakan mengatur cash flow ketimbang menambah pinjaman modal ke perbankan
- Mendahulukan kegiatan marketing dan penjualan daripada menumpuk aset dan modal
- Menghindari transaksi riba dan goror dalam berbisnis.
- Selalu mengutamakan ekonomi biaya rendah ketimbang ekonomi biaya tinggi.
- Menahan laju cash out dan mempercepat laju cash in
- belanja berdasarkan perencanaan yang matang dan skala prioritas
- Lebih dominan bermain disektor hilir dibandingkan hulu.
- Memberlakukan reward dan punisment kepada seluruh karyawan
- Mengeluarkan zakat perusahaan bila sampai haul dan nisabnya.
Jumat, 12 Mei 2017
Ember yang bocor
Kita hidup dan berbisnis di dalam sistem yang merugikan sebagian besar manusia pelaku ekonomi, entah siapa yang awal mula mendesain dan merenanakan sistem yang sedemikian rupa ini sehingga terbentuklah sistem ekonomi yang demikian terlihat apik namun merugikan bagi banyak orang dan menguntungkan bagi sebagian kecil orang saja didunia ini. Dalam sistem ekonomi ini terutama orang orang dan lembaga lembaga yang mendesain sistem ekonomi itu sendiri yang paling diuntungkan, dialah yang bernama sistem ekonomi kapitalis, yang jelas kesimpulan termudah dan tercepat sistem ini buatan manusi yang jelas jelas memiliki sipat tamak (kapitalis) dan kecendrungan tidak ingin berbagi alias monopoli. sedangkan sistem ekonomi yang dibuat oleh yang menciptakan kehidupan yang disampaikan melalui wahyu dan para utusannya tidak dipakai sebagai landasan ekonomi umat manusia.
Begitu banyak kelemahan dan ketidakadilan yang terjadi saat sistem ekonomi ini diberlakukan, Yang kaya memonopoli ekonomi bagi yang miskin, bangsa dan negara yang maju menindas dan memeras bangsa dan negara yang terbelakang, kondisi himpitan ekonomi di negara negara berkembang dan terbelakang sengaja didesain oleh kaum kapitalis sehingga dipaksa berhutang secara terus menerus dan ketergantungan sehingga kedaulatan menjadi harga jual yang harus dibayarkan, bahkan ada negara yang saat ini tidak sanggup membayar utang luar negeri lagi sehingga menggadaikan kedaulatan negaranya bagi sang negara pemberi utang,
Bagaimana bisa terjadi perbedaan nilai tukar uang akibat menggunakan sistem uang kartal sementara susah payah kerja kerasnya untuk mencari uang sama, sehingga ketika negara berkembang ingin bertukar uang dengan negara maju seolah uangnya tidak ada nilainya apa apa. sementara negara negara maju pemegang regulasi ekonomi dunia begitu nikmatnya menerima nilai tukar lebih dari mata uangnya kepada negara negara terbelakang, sehingga tidak heran begitu banyak pengusaha pengusaha negara maju yang mengembangkan aset dan ekspansi bisnis ke negara berkembang walaupun modal tidaklah seberapa di negaranya namun dapat mengekspansi secara besar besaran dan mengakuisisi bisnis dengan skala besar di negara negara lain yang terbelakang, sungguh ironis ketidak adilan ini. Sebaliknya pengusaha di negara negara berkembang sebagian besar hanya bisa gigit jari bila ingin ekspansi dan bersaing dengan pengusaha dari negara maju, karena sudah kalah secara penguasaaan nilai uang dan aset.
Belum lagi dari hari kehari dari waktu ke waktu harga barang selalu naik dan terus naik dengan alasan inflasi, bagaimana bisa hal itu terjadi, lalu siapa yang bisa membendungnya, padahal bila menggunakan sistem ekonomi islam dengan mata uang dinar dan dirham, harga kamibing di jaman Rasulullah 1400 abad yang lalu sebesar 1 dinar sama dengan harga kambing di tahun 2017 ini yakni sebesar 1 dinar pula, jadi apa yang salah dari kesemuaan ini kecuali memang sistem ekonomi dan kesepakatan manusia atas transaksi ada yang salah dan menyalahi. tak ayal kegigihan dalam mencari harta bagi kaum lemah sadar atau tidak disadari disedot dan dikurangi secara pasti oleh inflasi. belum lagi dengan sistem ribawi yang semakin merebak, hampir semua pengusaha dari level atas menengah dan bawah terjerat dengan utang bank dengan sistem riba, dengan kewajiban membayar bunga yang begitu tinggi sehingga keuntungan yang didapat juga termakan dan terserap untuk membayar utang dan bunganya. sehingga lengkap sudah penderitaan para pengusaha yang tinggal di negara berkembang.
Duhai hidup di negeri yang sudah sulit, sudahlah harta terbelit hutang dan membayar bunga yang tiinggi, dimakan pula oleh virus inflasi, di tambah beban dengan pajak negara yang begitu tinggi, negara seolah tidak mau tau urusan masyarakatnya dalam hal mencari rizki, namun tetap bagian negara harus dipenuhi, inilah kebocoran selanjutnya yang juga menyiksa para pengusaha di negeri tercinta ini, lengkap sudah, belum lagi biaya perizinan dan birokrasi di negeri ini yang berbiaya tinggi, sehingga sepertinya kita sedang hidup di negeri ekonomi biaya tinggi. sulit bagi yang tidak kreatif bisa bertahan.
Ibarat ember yang bocor di sana sini, kita bersusah payah setiap masa mengumpulkan air untuk mengisi ember tersebut, namun di bagian bawah dasar ember terdapat lubang lubang yang menyebabkan ember bocor dan kembali mengeluarkan isi airnya tumpah ke bawah, sehingga bila kita lambat dalam mengisi air sesuai kecepatan bocor dimaksud, boleh jadi air di ember tersebut duluan habis sebelum kita mengisinya kembali, sehingga sampai kapanpun tidaklah akan bisa penuh airnya. walaupun sebaliknya kecepatan kita mengisi air melebihi kecepatan air yang bocor lalu ember kita sempat penuh dan berpindah konsentrasi kita untuk mengisi ember lain, akan tetapi ember yang sudah terisi tadi lama kelamaan akan tetap habis setelah kita tinggalkan, begitulah kiranya perumpamaan berbisnis di era ekonomi kapitalis yang sedang berlaku di dunia ini, sunggu memprihatinkan.
begitulah kira kira gambaran kita melakukan kegiatan ekonomi di negeri Indonesia ini. kita bersusah payah untuk mencari rezeki dan mengembangkan bisnis sehebat apapun namun pada akhirnya apa yang kita upayakan dan kumpulkan bocor di sana sini tanpa kita sadari. apalagi pelaku ekonomi lemah di tingkat bawah begitu mirisnya, usaha yang mereka lakukan tidak lain hanyalah menyambung hidup agar tidak meminta minta, sementara untuk lebih dari itu amatlah sulit, boleh jadi mereka berupaya menabung untuk hidup yang lebih baik, namun kecepatan dan kemampuan menabungnya kalah dengan laju inflasi dan suku bunga pasar apalagi buat bayar pajak dan retribusi pemerintah. terkadang miris melihat masyarakat yang berjualan sesuatu yang bila di kurskan dolar, bahkan 1 dolar saja belum sampai. makanya muncul anekdot "orang yang paling nikmat di negeri ini adalah orang bergajih dolar belanja rupiah"
Namun meratapi nasib bukanlah solusi bagi kita, harus cerdik dan kreatif menghadapi ekonomi dengan sistem kapitalis ini, kita tidak boleh kalah cerdas dengan orang orang kapitalis, sembari kita mempersiapkan dan menggiring agar ekonomi dunia berubah menjadi sistem ekonomi sesuai syariat Allah yang lebih berkeadalian bagi seluruh ummat manusia.
Begitu banyak kelemahan dan ketidakadilan yang terjadi saat sistem ekonomi ini diberlakukan, Yang kaya memonopoli ekonomi bagi yang miskin, bangsa dan negara yang maju menindas dan memeras bangsa dan negara yang terbelakang, kondisi himpitan ekonomi di negara negara berkembang dan terbelakang sengaja didesain oleh kaum kapitalis sehingga dipaksa berhutang secara terus menerus dan ketergantungan sehingga kedaulatan menjadi harga jual yang harus dibayarkan, bahkan ada negara yang saat ini tidak sanggup membayar utang luar negeri lagi sehingga menggadaikan kedaulatan negaranya bagi sang negara pemberi utang,
Bagaimana bisa terjadi perbedaan nilai tukar uang akibat menggunakan sistem uang kartal sementara susah payah kerja kerasnya untuk mencari uang sama, sehingga ketika negara berkembang ingin bertukar uang dengan negara maju seolah uangnya tidak ada nilainya apa apa. sementara negara negara maju pemegang regulasi ekonomi dunia begitu nikmatnya menerima nilai tukar lebih dari mata uangnya kepada negara negara terbelakang, sehingga tidak heran begitu banyak pengusaha pengusaha negara maju yang mengembangkan aset dan ekspansi bisnis ke negara berkembang walaupun modal tidaklah seberapa di negaranya namun dapat mengekspansi secara besar besaran dan mengakuisisi bisnis dengan skala besar di negara negara lain yang terbelakang, sungguh ironis ketidak adilan ini. Sebaliknya pengusaha di negara negara berkembang sebagian besar hanya bisa gigit jari bila ingin ekspansi dan bersaing dengan pengusaha dari negara maju, karena sudah kalah secara penguasaaan nilai uang dan aset.
Belum lagi dari hari kehari dari waktu ke waktu harga barang selalu naik dan terus naik dengan alasan inflasi, bagaimana bisa hal itu terjadi, lalu siapa yang bisa membendungnya, padahal bila menggunakan sistem ekonomi islam dengan mata uang dinar dan dirham, harga kamibing di jaman Rasulullah 1400 abad yang lalu sebesar 1 dinar sama dengan harga kambing di tahun 2017 ini yakni sebesar 1 dinar pula, jadi apa yang salah dari kesemuaan ini kecuali memang sistem ekonomi dan kesepakatan manusia atas transaksi ada yang salah dan menyalahi. tak ayal kegigihan dalam mencari harta bagi kaum lemah sadar atau tidak disadari disedot dan dikurangi secara pasti oleh inflasi. belum lagi dengan sistem ribawi yang semakin merebak, hampir semua pengusaha dari level atas menengah dan bawah terjerat dengan utang bank dengan sistem riba, dengan kewajiban membayar bunga yang begitu tinggi sehingga keuntungan yang didapat juga termakan dan terserap untuk membayar utang dan bunganya. sehingga lengkap sudah penderitaan para pengusaha yang tinggal di negara berkembang.
Duhai hidup di negeri yang sudah sulit, sudahlah harta terbelit hutang dan membayar bunga yang tiinggi, dimakan pula oleh virus inflasi, di tambah beban dengan pajak negara yang begitu tinggi, negara seolah tidak mau tau urusan masyarakatnya dalam hal mencari rizki, namun tetap bagian negara harus dipenuhi, inilah kebocoran selanjutnya yang juga menyiksa para pengusaha di negeri tercinta ini, lengkap sudah, belum lagi biaya perizinan dan birokrasi di negeri ini yang berbiaya tinggi, sehingga sepertinya kita sedang hidup di negeri ekonomi biaya tinggi. sulit bagi yang tidak kreatif bisa bertahan.
Ibarat ember yang bocor di sana sini, kita bersusah payah setiap masa mengumpulkan air untuk mengisi ember tersebut, namun di bagian bawah dasar ember terdapat lubang lubang yang menyebabkan ember bocor dan kembali mengeluarkan isi airnya tumpah ke bawah, sehingga bila kita lambat dalam mengisi air sesuai kecepatan bocor dimaksud, boleh jadi air di ember tersebut duluan habis sebelum kita mengisinya kembali, sehingga sampai kapanpun tidaklah akan bisa penuh airnya. walaupun sebaliknya kecepatan kita mengisi air melebihi kecepatan air yang bocor lalu ember kita sempat penuh dan berpindah konsentrasi kita untuk mengisi ember lain, akan tetapi ember yang sudah terisi tadi lama kelamaan akan tetap habis setelah kita tinggalkan, begitulah kiranya perumpamaan berbisnis di era ekonomi kapitalis yang sedang berlaku di dunia ini, sunggu memprihatinkan.
begitulah kira kira gambaran kita melakukan kegiatan ekonomi di negeri Indonesia ini. kita bersusah payah untuk mencari rezeki dan mengembangkan bisnis sehebat apapun namun pada akhirnya apa yang kita upayakan dan kumpulkan bocor di sana sini tanpa kita sadari. apalagi pelaku ekonomi lemah di tingkat bawah begitu mirisnya, usaha yang mereka lakukan tidak lain hanyalah menyambung hidup agar tidak meminta minta, sementara untuk lebih dari itu amatlah sulit, boleh jadi mereka berupaya menabung untuk hidup yang lebih baik, namun kecepatan dan kemampuan menabungnya kalah dengan laju inflasi dan suku bunga pasar apalagi buat bayar pajak dan retribusi pemerintah. terkadang miris melihat masyarakat yang berjualan sesuatu yang bila di kurskan dolar, bahkan 1 dolar saja belum sampai. makanya muncul anekdot "orang yang paling nikmat di negeri ini adalah orang bergajih dolar belanja rupiah"
Namun meratapi nasib bukanlah solusi bagi kita, harus cerdik dan kreatif menghadapi ekonomi dengan sistem kapitalis ini, kita tidak boleh kalah cerdas dengan orang orang kapitalis, sembari kita mempersiapkan dan menggiring agar ekonomi dunia berubah menjadi sistem ekonomi sesuai syariat Allah yang lebih berkeadalian bagi seluruh ummat manusia.
Selasa, 31 Januari 2017
Manajemen Control Keuangan Perusahaan
Perusahaan yang baik tentu harus memiliki sistem manajemen control keuangan yang baik pula, tentu kapasitasnya berbeda sesuai dengan kebtuhan perusahaan.
Untuk Beberapa anak perusahaan Kautsar Corporation, diterapkan sistem manajemen control keuangan dengan memanfaatkan perbankan sebagai pencatat transaksi. adapun mekanisme kontrolnya sebagai berikut :
- Setiap pemasukan dalam perusahaan dicatat dalam buku kas umum pada kolom pemasukan
- Setiap pemasukan yang diterima dibuatkan resi setoran kepada bank untuk disetorkan ke rekening perusahaan.
- Pada saat audit jumlah kolom kredit (uang masuk) di rekening bank harus sama dengan jumlah pemasukan di buku kas umum perusahaan
- Setiap pengeluaran dalam perusahaan dicatat dalam buku kas umum pada kolom pengeluaran
- Setiap pengambilan uang di atm untuk keperluan pengeluaran di catat dalam buku kas umum pengeluaran dengan rincian penggunaan dalam satu kali penarikan
- Pada saat audit jumlah kolom debit (uang keluar) di rekening bank harus sama dengan jumlah pengeluaran di buku kas umum perusahaan.
- Apabila tidak sama antara rekeing di bank dan di buku kas umum. maka selisihnya harus dapat dibuktikan dalam bentuk uang cash di kantor
- Untuk pemasukan adalah Pemasukan Buku Kas Umum = Pemasukan Rekeing Bank + Uang Di Kantor yang belum disetorkan
- Untuk pengeluiaran adalah Pengeluaran di buku rekening = Pengeluaran kas umum + sisa uang kas yang ada di kantor
- Tidak ditemukan selisih antara transaksi kas umum dan rekenign koran baik pemasukan dan pengeluaran membuktikan kesempurnaan manajemen control keuangan.
Demikian mekanisme control keuangan di beberapa anak perusahaan Kautsar Corpopration, semoga dengan sistem ini dapat meminimalisir kebocoran dan kesalahan pengelolaan anggaran.
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Posts
-
Begitulah pepatah yang di adopsi dari pepatah didunia kesehatan, yakni di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, namun berbeda hal...
-
Tugas saya sebagai owner bisnis jangan sampai terjebak pada kegiatan rutinitas belaka dalam perjalanan dunia bisnis, karena ada pepatah p...
-
Tidak ada gregetnya bila kautsar corp berbica tentang menjauhi riba dalam setiap produk properti jikalau kautsar corp sendiri masih terjera...
-
Salah satu perusahaan dibawah naungan Kautsar Group yakni kautsar property sudah mulai menunjukan kredibilitasnya sebagai perusahaan yan...
-
Dua hari ini saya mengalami dua hal yang aneh dalam benak saya, yakni betapa pentingnya sebuah kejujuran dalam pekerjaan, apapun itu jenis...
-
Kesalahan yang lalu sudahlah berlalu, yang penting ada niat untuk memperbaiki. bagaimana caranya agar kautsar coorporation terlepas dari uta...
-
Tidak terasa karyawan kautsar corp semakin bertambah, total saat ini adalah 11 orang karyawan tetap dengan beban biaya gaji perbulan sekita...
-
Dalam dunia bisnis membangun jejaring adalah hal yang amat dan teramat penting, berikut manfaat membangun jaringan : Dengan jaringan kit...
-
Keberhasilan : Kautsar Property perusahaan dalam kondisi sehat baik dari keuangan dan manajemen Rangka Baza lahir dan mandiri serta ex...
-
Seperti kata pak guru aryo lakukan 3 D. bukan tiga dimensi tapi ada benarnya juga karena 3 dimensi menggambarkan lebih nyata Dream = Mimpi...
Mengenai Saya
Pengikut
Diberdayakan oleh Blogger.