Featured Article

Jumat, 19 Mei 2017

Melunasi Utang Riba di Bank BPD

Kesalahan yang lalu sudahlah berlalu, yang penting ada niat untuk memperbaiki. bagaimana caranya agar kautsar coorporation terlepas dari utang riba di bank BPD
siapkan dana sekitar 110 juta dengan sumber sebagai berikut :
Kapling Q : 39 Jt sisa 100
Gaji PNS : 11 Jt sisa 0
LSPP : 30 Jt sisa 10
Dev Up : 10 jt sisa 180
KP Lada : 10 Jt sisa 18
Rangka BAZA : 10 Jt sisa 13

Potensi Pinjaman
SPPD : 5 Jt (rangka baza)
Pengadaan Barang Kec : 30 Jt (kp lada dan rangka baza)
Emas  : 10 Jt (Kp Lada)


Prinsif prinsif bisnis Kautsar Coorporation


  1. Selalu menisbahkan urusan rezeki perusahan kepada Allah
  2. Mengedepankan pelayanan dan kepuasan pelanggan/konsumen 
  3. Mendahulukan integritas yang menjamin keberlanjutan usaha daripada orientasi keuntungan 
  4. Lebih aktif berinovasi dan berkreasi untuk menarik pelanggan
  5. Bertindak sesuai ketentuan peraturan yang berlaku di agama maupun negara
  6. Mengedepankan empati dalam setiap kebijakan yang di ambil
  7. Bermodalkan bukan uang namun tekad kuat dan bersemangat
  8. Membangun komunikasi yang baik dengan konsumen
  9. Selalu berambisi menjadi yang terdepan dalam bidangnya
  10. Antisipasi kebocoran nilai dan aset akibat inflasi, suku bunga pasar dan pajak yang tinggi.
  11. Membangun ekonomi berbasis pemberdayaan ummat bukan berbasis monopoli
  12. Mengutamakan mengatur cash flow ketimbang menambah pinjaman modal ke perbankan
  13. Mendahulukan kegiatan marketing dan penjualan daripada menumpuk aset dan modal
  14. Menghindari transaksi riba dan goror dalam berbisnis.
  15. Selalu mengutamakan ekonomi biaya rendah ketimbang ekonomi biaya tinggi. 
  16. Menahan laju cash out dan mempercepat laju cash in
  17. belanja berdasarkan perencanaan yang matang dan skala prioritas
  18. Lebih dominan bermain disektor hilir dibandingkan hulu. 
  19. Memberlakukan reward dan punisment kepada seluruh karyawan
  20. Mengeluarkan zakat perusahaan bila sampai haul dan nisabnya.

Jumat, 12 Mei 2017

Ember yang bocor

Kita hidup dan berbisnis di dalam sistem yang merugikan sebagian besar manusia pelaku ekonomi, entah siapa yang awal mula mendesain dan merenanakan sistem yang sedemikian rupa ini sehingga terbentuklah sistem ekonomi yang demikian terlihat apik namun merugikan bagi banyak orang dan menguntungkan bagi sebagian kecil orang saja didunia ini. Dalam sistem ekonomi ini terutama orang orang dan lembaga lembaga yang mendesain sistem ekonomi itu sendiri yang paling diuntungkan, dialah yang bernama sistem ekonomi kapitalis, yang jelas kesimpulan termudah dan tercepat sistem ini buatan manusi yang jelas jelas memiliki sipat tamak (kapitalis) dan kecendrungan tidak ingin berbagi alias monopoli. sedangkan sistem ekonomi yang dibuat oleh yang menciptakan kehidupan yang disampaikan melalui wahyu dan para utusannya tidak dipakai sebagai landasan ekonomi umat manusia.

Begitu banyak kelemahan dan ketidakadilan yang terjadi saat sistem ekonomi ini diberlakukan, Yang kaya memonopoli ekonomi bagi yang miskin, bangsa dan negara yang maju menindas dan memeras bangsa dan negara yang terbelakang, kondisi himpitan ekonomi di negara negara berkembang dan terbelakang sengaja didesain oleh kaum kapitalis sehingga dipaksa berhutang secara terus menerus dan ketergantungan sehingga kedaulatan menjadi harga jual yang harus dibayarkan, bahkan ada negara yang saat ini tidak sanggup membayar utang luar negeri lagi sehingga menggadaikan kedaulatan negaranya bagi sang negara pemberi utang,

Bagaimana bisa terjadi perbedaan nilai tukar uang akibat menggunakan sistem uang kartal sementara susah payah kerja kerasnya untuk mencari uang sama, sehingga ketika negara berkembang ingin bertukar uang dengan negara maju seolah uangnya tidak ada nilainya apa apa. sementara negara negara maju pemegang regulasi ekonomi dunia begitu nikmatnya menerima nilai tukar lebih dari mata uangnya kepada negara negara terbelakang, sehingga tidak heran begitu banyak pengusaha pengusaha negara maju yang mengembangkan aset dan ekspansi bisnis ke negara berkembang walaupun modal tidaklah seberapa di negaranya namun dapat mengekspansi secara besar besaran dan mengakuisisi bisnis dengan skala besar di negara negara lain yang terbelakang, sungguh ironis ketidak adilan ini. Sebaliknya pengusaha di negara negara berkembang sebagian besar hanya bisa gigit jari bila ingin ekspansi dan bersaing dengan pengusaha dari negara maju, karena sudah kalah secara penguasaaan nilai uang dan aset.

Belum lagi dari hari kehari dari waktu ke waktu harga barang selalu naik dan terus naik dengan alasan inflasi, bagaimana bisa hal itu terjadi, lalu siapa yang bisa membendungnya, padahal bila menggunakan sistem ekonomi islam dengan mata uang dinar dan dirham, harga kamibing di jaman Rasulullah 1400 abad yang lalu sebesar 1 dinar sama dengan harga kambing di tahun 2017 ini yakni sebesar 1 dinar pula, jadi apa yang salah dari kesemuaan ini kecuali memang sistem ekonomi dan kesepakatan manusia atas transaksi ada yang salah dan menyalahi. tak ayal kegigihan dalam mencari harta bagi kaum lemah sadar atau tidak disadari disedot dan dikurangi secara pasti oleh inflasi. belum lagi dengan sistem ribawi yang semakin merebak, hampir semua pengusaha dari level atas menengah dan bawah terjerat dengan utang bank dengan sistem riba, dengan kewajiban membayar bunga yang begitu tinggi sehingga keuntungan yang didapat juga termakan dan terserap untuk membayar utang dan bunganya. sehingga lengkap sudah penderitaan para pengusaha yang tinggal di negara berkembang.

Duhai hidup di negeri yang sudah sulit, sudahlah harta terbelit hutang dan membayar bunga yang tiinggi, dimakan pula oleh virus inflasi, di tambah beban dengan pajak negara yang begitu tinggi, negara seolah tidak mau tau urusan masyarakatnya dalam hal mencari rizki, namun tetap bagian negara harus dipenuhi, inilah kebocoran selanjutnya yang juga menyiksa para pengusaha di negeri tercinta ini, lengkap sudah, belum lagi biaya perizinan dan birokrasi di negeri ini yang berbiaya tinggi, sehingga sepertinya kita sedang hidup di negeri ekonomi biaya tinggi. sulit bagi yang tidak kreatif bisa bertahan.

Ibarat ember yang bocor di sana sini, kita bersusah payah setiap masa mengumpulkan air untuk mengisi ember tersebut, namun di bagian bawah dasar ember terdapat lubang lubang yang menyebabkan ember bocor dan kembali mengeluarkan isi airnya tumpah ke bawah, sehingga bila kita lambat dalam mengisi air sesuai kecepatan bocor dimaksud, boleh jadi air di ember tersebut duluan habis sebelum kita mengisinya kembali, sehingga sampai kapanpun tidaklah akan bisa penuh airnya. walaupun sebaliknya kecepatan kita mengisi air melebihi kecepatan air yang bocor lalu ember kita sempat penuh dan berpindah konsentrasi kita untuk mengisi ember lain, akan tetapi ember yang sudah terisi tadi lama kelamaan akan tetap habis setelah kita tinggalkan, begitulah kiranya perumpamaan berbisnis di era ekonomi kapitalis yang sedang berlaku di dunia ini, sunggu memprihatinkan.

begitulah kira kira gambaran kita melakukan kegiatan ekonomi di negeri Indonesia ini. kita bersusah payah untuk mencari rezeki dan mengembangkan bisnis sehebat apapun namun pada akhirnya apa yang kita upayakan dan kumpulkan bocor di sana sini tanpa kita sadari. apalagi pelaku ekonomi lemah di tingkat bawah begitu mirisnya, usaha yang mereka lakukan tidak lain hanyalah menyambung hidup agar tidak meminta minta, sementara untuk lebih dari itu amatlah sulit, boleh jadi mereka berupaya menabung untuk hidup yang lebih baik, namun kecepatan dan kemampuan menabungnya kalah dengan laju inflasi dan suku bunga pasar apalagi buat bayar pajak dan retribusi pemerintah. terkadang miris melihat masyarakat yang berjualan sesuatu yang bila di kurskan dolar, bahkan 1 dolar saja belum sampai. makanya muncul anekdot "orang yang paling nikmat di negeri ini adalah orang bergajih dolar belanja rupiah"

Namun meratapi nasib bukanlah solusi bagi kita, harus cerdik dan kreatif menghadapi ekonomi dengan sistem kapitalis ini, kita tidak boleh kalah cerdas dengan orang orang kapitalis, sembari kita mempersiapkan dan menggiring agar ekonomi dunia berubah menjadi sistem ekonomi sesuai syariat Allah yang lebih berkeadalian bagi seluruh ummat manusia.

Popular Posts

Mengenai Saya

Foto saya
Faiq Kasyfi Kautsar Ahza Adifa Kautsar Faaz Aisy Kautsar

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.